Selasa, 28 Juni 2016

Lahir dari Masa Lalu.

     Masa lalu,banyak hal yang tertoreh di hati karena masa itu. Ada yang manis ada juga yang menorehkan luka. Ya,tapi apa bagusnya masa lalu? Toh itu tidak akan pernah Nisa diulang lagi.

   Ada banyak jiwa-jiwa yang terluka karena hal itu. Ada juga yang menyesal pernah melalui masa lalu. Sebab masa lalunya bukan hal yang pantas dikenang bahkan lumayann memalukan.

     seseorang pernah mengajariku satu hal—aku tidak akan melupakan itu walau hanya berupa kata-kata. Dia bilang,"Masa lalu biarlah tetap pada tempatnya,tidak perlu disesali dan jangan sampai diulangi lagi. "

     Awalnya aku kesal dengan perkataan paman itu. Kenapa dia mengacaukan lamunanku. Tapi saat sudah berpisah dengan paman itu—karana pindah kerja—aku baru tahu ucapannya benar. Tidak ada hal yang perlu disesali dari masa lalu.

"Kemarin sudah basi,hari ini harus diisi dan esok lebih Indah lagi Insya Allah. "

Mungkin penyesalan akan selalu menghantui,maka itu sebagai muslim yang baik haruslah pandai-pandai menimbang apa yang dia kerjakan.

Ya,dan saya sedang berusaha menjadi muslim yang baik. Berusaha berpikir sebelum bertindak, sebab apa yang kita kerjakan akan dipertanggung jawabkan di yaumul akhir.

Banyak hal yang saya sesali begitu tumbuh semakin dewasa dan menua. Hampir semua hal yang berlalu membuat saya menyesal. Ya itu cukup menyesakkan dada dan menyedihkan. Banyak hal yang terjadi pada saya karena nyali yang ciut,tidak berani bertindak dan berpikiran sempit.

Namun Alhamdulillah, terima Kasih kepada Allah shubhana wa ta'ala yang membuat saya lebih kuat. Untuk pertama kali saya membuat keputusan sendiri. Melangkah mantap walau jujur waktu itu khawatir akan beberapa hal.

Tapi,apalah artinya itu jika tekad sudah bulat? 

Berbekal gaji terakhir, aku melancong sendirian ke Jakarta. Ya,bukan hal hebat menurut orang lain. Tapi bagi anka perempuan sepertiku,yang hidupnya selalu dikhawatirkan ibu nya dalam setiap kedipan —ini merupakan hal yang keren dan penuh tantangan.

Bertemu orang baru,pengalaman baru, juga sahabat lain yang selalu semangat dan Indah di mataku.

Dan aku benar-benar mampu melupakan masa lalu saat itu.

Kecuali pria yang aku sukai sejak ,entah aku lupa... karena sebagian dariku sudah berubah dan memori mulai terkikis.

Sampai sekarang kadang masih memikirkan dia. Ah,bukan hal yang pantas dilakukan bahkan itu haram karena dia bukanlah mukhrim.

Kabar terakhir dia tinggal menunggu Wisuda di tahun terakhirnya... ehm,di sebuah universitas Muhammadiyah di Jawa Tengah. Jurusan pendidikan Sastra Bahasa Inggris, fakultas keguruan.

Aku berharap dia selalu Tersenyum seperti aku yang penuh senyuman. Dari lubuk hati yang terdalam aku berdoa agar apa yang dia cita-citakan tercapai. Meski mungkin bukan denganku dia akan berbagi senyum. :)  ya,sebab masa depan itu hal yang ghaib. Walau kadang berharap dia bagian dari masa depanku.

Tapi,harapan hanya harapan. Masa depan ada digenggaman Nya.

Yang pasti tetap teguh dalam penantian kalau takdir Allah itu yang paling Indah.

Tersenyumlah kawan,masa lalu memang usang tapi tanpa masa lalu kita yang sekarang tidak akan pernah ada.

Assalamualaikum,salam manis dari aku yang lahir dari masa lalu.
Semangat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar